Sejarah

Pemerintah Kecamatan Nanga Mahap merupakan hasil pemekaran wilayah Kecamatan Nanga Taman, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 700/1-A/1965 tanggal 20 Maret 1965. Penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Nanga Mahap secara definitif dimulai pada tanggal 7 Mei 1966.

Pada awalnya pembentukan Kecamatan Nanga Mahap, jumlah kampung yang bergabung ke dalam wilayah Kecamatan Nanga Mahap adalah 35 Kampung yang tersebar di sepanjang sungai Sekadau, Sungai Mahap dan Sungai Koman. Dalam perkembangannya lebih lanjut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 353 Tahun 1987 Tentang Pemetaan kembali Desa di Kalimantan Barat, maka ke 35 kampung tersebut di regrouping menjadi 11 Desa dan 34 Dusun.

Sejak dimekarkannya Kabupaten Sanggau menjadi dua yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, berdasarkan Undang-Undang Nomor : 34 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Sekadau dan Melawi, Kecamatan Nanga Mahap bersama ke-7 Kecamatan lainnya bergabung kepada Kabupaten Sekadau. Dalam hal ini secara definitif penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Sekadau sejak di lantiknya Penjabat Bupati Sekadau yaitu Drs. MURJANI ABDULLAH pada tanggal 14 Januari 2004.

Untuk Pemekaran Desa-Desa di Kecamatan Nanga Mahap melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Desa di Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap, Belitang Hulu, Belitang Hilir dan Belitang di Kabupaten Sekadau.

Pada tahun 2013 pemekaran Desa Cenayan menjadi Desa Cenayan dan Desa Tamang, serta Desa Karang Betung Menjadi Desa Karang Betung dan Desa Tembesuk sehingga sampai saat ini di Kecamatan Nanga Mahap terdiri dari 13 Desa, 48 Dusun, 52 Rukun Warga (RW) dan 221 Rukun tetangga (RT).